Dasar Teleskop

Dalam artikel ini akan diberikan prinsip-prinsip dasar optik dan disain teleskop yang pada umumnya dibagi menjadi dua jenis utama, refraktor dan reflektor. Semoga pengetahuan ini dapat membantu Anda untuk memahami lebih baik peralatan-peralatan yang diperlukan untuk menjelajah langit.

Tujuan utama dari teleskop (apapun) adalah mengumpulkan cahaya dari objek yang jauh, difokuskan dan dapat dilihat melalui eyepiece, sehingga makin banyak cahaya yang dikumpulkan maka makin jelas detail dari objek yang diamati (tentu saja bergantung pula dengan kualitas lensa). Banyak yang mengira magnifikasi adalah segalanya. Patut dicatat bahwa banyak objek-objek menarik seperti nebula dengan emisi rendah, galaksi dan masih banyak lagi “deep sky object” yang tersebar di area yang luas dan membutuhkan magnifikasi rendah dengan medan pandang yang luas untuk menemukannya. Faktor kecerlangan daerah sekitar area pengamatan juga perlu diperhatikan agar objek-objek redup ini tidak tertutup oleh cahaya sekitar.


Magnifikasi

Mari kita membahas mengenai magnifikasi terlebih dahulu, yang terpenting adalah mengetahui magnifikasi optimal atau kekuatan dari teleskop. Magnifikasi dapat dirumuskan sebagai berikut:

Magnifikasi = (Panjang fokus cermin utama atau lensa objektif)/(Panjang fokus eyepiece yang dipakai)

Secara teori, magnifikasi teleskop dapat mencapai angka yang sangat besar, namun tetap saja ada batasan magnifikasi ketika magnifikasi yang berlebihan dapat menyebabkan gambar terlihat kabur dan kurang jelas.

Aturan yang dapat dipakai untuk menentukan batas magnifikasi adalah mengalikan diameter efektif teleskop (dalam millimeter) dengan 2,5. Misalkan untuk teleskop refraktor berdiameter 70mm, batas magnifikasi optimalnya adalah 175x. Lebih dari 175x, gambar akan terlihat kabur dan kurang jelas. Perlu diperhatikan untuk jenis reflector, area cermin utama biasanya 20% terhalang oleh cermin sekunder sehingga mengurangi diameter efektifnya.

Magnifikasi

Objek yang dapat diamati

Mata Normal (tanpa alat bantu)

Meteor, matahari (bahaya!!//Jangan pernah melihat Matahari secara langsung, gunakan filter yang sesuai. Melihat Matahari menggunakan teleskop/binocular tanpa filter yang benar dapat menyebabkan kebutaan permanen//), konstelasi bintang

50x

Bulan memenuhi medan pandang, Nebula dan galaksi*

80x

Lapisan awan Jupiter terlihat

100x

Cincin Saturnus

150x

Permukaan Mars dan kutub putihnya, paling tepat diamati saat oposisi, terdekat dari Bumi setiap 26 bulan sekali.

lebih dari 200x

Lapisan awan Jupiter makin jelas terlihat; Detail dari Cincin Saturnus

*) Syarat dan ketentuan berlaku

Ketika Anda memakai magnifikasi yang lebih besar, akan jelas sekali terlihat pergerakan objek-objek langit yang lebih cepat. Penampakan ini disebabkan oleh rotasi Bumi. Untuk memudahkan pengamatan dapat digunakan mounting jenis equatorial. Dengan mounting ini, teleskop dapat disejajarkan dengan sumbu putar Bumi sehingga dapat dengan mudah pointing teleskop mengikuti gerak objek langit. Berguna juga untuk eksposure lama pada Astrofotografi.


Resolusi

Resolusi adalah kemampuan teleskop untuk memperlihatkan detail yang lebih baik. Makin tinggi resolusinya, makin terlihat permukaan planet dan pemisahan bintang-bintang yang dekat satu dengan lainnya (mis. Bintang ganda). Satuan dari resolusi adalah derajat, menit dan detik busur (arc degree, arc minute dan arc second). Sebagai perbandingan, ukuran Bulan purnama adalah sekitar 0,5 derajat atau 1800 detik busur.

Resolusi dapat mudah dihitung dengan persamaan R = 114,3/D, dengan R adalah resolusi dan D adalah diameter lensa objektif dalam milimeter.

Misalkan saat mengamati sistem bintang ganda dengan jarak antar bintangnya adalah 1,8 arc sec. Menggunakan teleskop dengan kekuatan resolusi 1,9 arc sec tidak cukup untuk memisahkan kedua bintang, objek terlihat seperti sebuah bintang yang terang. Ketika menggunakan teleskop dengan kekuatan resolusi 1,1 arc sec baru terlihat bintang terpisah satu dengan lainnya. Coba amati Alpha Centauri sebagai contoh dari sistem bintang ganda.

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar